
Perbedaan Pupuk Organik dan Anorganik dilihat dari bahan baku pembuatnya. Pupuk yang ada di pasaran cukup kompleks, terdiri dari banyak jenis, ragam, dan bentuk. Berdasarkan bahan bakunya, jenis pupuk tersebut dapat digolongkan menjadi dua, yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik.
Pupuk organik merupakan hasil akhir dan atau basil antara dari perubahan atau peruraian bagian dan sisa-sisa tanaman dan hewan. Misalnya bungkil, guano, tepung tulang, dan sebagainya. Sementara Pupuk an organik adalah sebaliknya.
Karena pupuk organik berasal-dari bahan organik yang mengandung segala macam unsur maka pupuk ini pun mengandung hampir semua un- sur (baik makro maupun mikro). Hanya saja, ketersediaan unsur- unsur tersebut biasanya dalam jumlah yang sedikit. Pupuk organik di antaranya ditandai dengan ciri-ciri:
- nitrogen terdapat dalam bentuk persenyayvaan organik sehingga mudah dihisap tanaman,
- tidak meninggalkan sisa asam anorganik di dalam tanah,
- mempunyai kadar persenyawaan C organik yang tinggi, misal- nya hidratarang.
Pupuk organik kebanyakan tersedia di alam (terhadi secara alamiah). Contohnya, kompos, pupuk kandang, pupuk hijau, guano. Namun, ada beberapa yang dihasilkan oleh pabrik sehingga pupuk ini disebut pupuk buatan organik.
Pupuk organik ini umumnya berlabel NPF (Nature’s Plant Food), Earth care, Agrirecycle. Di Indonesia, contohnya PSBN (Pupuk Super Bionik) cair, PSBNP padat, OST Rajawali, Fine Compost, F ZOOOI, dan Zeagro.
Pupuk Anorganik
Pupuk anorganik adalah pupuk kimia (non-alami) yang selalu diproduksi oleh industri sehingga dikenal juga dengan nama pupuk kimia atau pupuk buatan. Sering kali pupuk ini berbahan dasar pe- troleum.
Kandungan unsur hara dalam pupuk anorganik bermacam- macam dan secara garis besar dibagi menjadi tiga golongan yaitu pupuk tunggal, pupuk majemuk, serta pupuk Ca dan Mg.
Pupuk tunggal merupakan pupuk yang mengandung satu jenis unsur hara, misalnya pupuk N, pupuk P, atau pupuk K.
Pupuk majemuk (com pound fertilizer) merupakan pupuk yang mengandung lebih dari satu unsur hara, misalnya pupuk NPK, pupuk yang mengandung NPK + unsur mikro. Adapun pupuk Ca dan Mg adalah pupuk yang hanya mengandung kalsium dan magnesium.
Di Eropa, pupuk anorganik juga disebut pupuk artifisial yang berkonotasi negatif karena meskipun membantu produksi tanaman, tetapi dampaknya tidak selalu positif. Bahkan, banyak penelitian atas banyak kasus menunjukkan bahwa pupuk anorganik dapat merugikan dan merusak tanah misalnya pemberian pupuk nitrogen yang berlebihan akan mengakibatkan tanah menjadi keras. Baca Juga : Sekilas Tentang Pupuk dan Kompos
Pemberian pupuk (pemupukan) sangat penting karena memper- kaya tanah. Tanah yang tidak subur bisa dibuat subur. Makanan yang dibutuhkan tanaman dapat disediakan. Oleh karenanya, pengaruh pupuk sangatlah besar, terutama menyangkut tiga hal, yaitu membebaskan kation-kation lain dari ikatannya, mempengaruhi struktur tanah, dan mempengaruhi pertumbuhan serta daya tahan tanaman.
Pembebasan Kation
Dengan pemberian pupuk, satu atau beberapa jenis kation akan dilepaskan dari ikatannya menjadi ion-ion bebas yang tersedia bagi tanaman. Pelepasan kation itu dengan mekanisme penyerapan. Dengan demikian, bahan-bahan organik akan lebih lancar diurai yang akan bisa segera dimanfaatkan oleh tanaman.
Pengaruh terhadap struktur tanah
Pengaruh pemupukan terhadap tanah bisa bersifat positif atau negatif. Dua pengaruh itu bisa berasal dari pupuk organik maupun anorganik. Pupuk organik banyak memberikan pengaruh positif. Pemupukan dengan pupuk organik mengakibatkan tanah-tanah yang ”ringan” strukturnya bisa menjadi lebih kaya. Daya ikatnya terhadap air dipertinggi. Tanah-tanah yang berat, akan menjadi lebih ringan. Pada ”tanah bakar”, struktur tanahnya menjadi lebih baik karena tingkat keasaman tanah dikurangi. Pemupukan dengan pupuk mengandung garam kalsium juga penting bagi perbaikan mutu tanah. Kalsium dapat mengumpulkan koloid-koloid tanah sehingga struktur tanah menjadi berimah.
Namun, ion-ion natrium (biasanya dalam pupuk anorganik) mem- punyai pengaruh sebaliknya. Mereka memperbesar dispersitas ko- loid tanah. Bila dilakukan pemupukan dengan natrium terus me- nerus, struktur tanah menjadi lebih berat. Koloicl tanah menjadi lebih plastis dan tanah yang sudah berat akan menjadi lebih berat. Jadi, pengaruh garam natrium terhadap struktur tanah, tidak baik. Oleh karenanya, penggunaannya harus hati-hati dalam arti benar-benar memperhatikan ”aturan pakai”.
Demikian artikel tentang perbedaan antara pupuk organik dengan pupuk anorganik. Semoga artikel ini berguna bagi kita semua.